Macam-Macam Asbabul Nuzul
Selain itu, dari definisi di atas dapat juga disimpulkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dari segi sebab-sebab turunnya dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu:
- Kelompok ayat-ayat yang turun tanpa didahului oleh sebab.
- Kelompok ayat-ayat yang turun didahului oleh sebab tertentu.
Dengan demikian, tidak semua ayat harus mempunyai asbabun nuzul. Bahkan ayat-ayat yang tidak mempunyai asbabun nuzul jumlahnya lebih banyak dari ayat- ayat yang mempunyai asbabun nuzul. Ayat-ayat yang tidak mempunyai asbabun nuzul kebanyakan adalah ayat-ayat tentang keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya, ayat-ayat tentang akhlak, ayat-ayat yang mengkisahkan umat-umat terdahulu beserta dengan Nabinya, ayat-ayat tentang keimanan kepada yang ghaib, dan ayat-ayat tentang kejadian di hari akhirat nanti.105
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa ditinjau dari aspek bentuknya, asbabun nuzul dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk, yaitu:
- Asbabun nuzul yang berbentuk peristiwa.
- Asbabun nuzul yang berbentuk pertanyaan.
Bentuk yang pertama meliputi tiga jenis peristiwa, yaitu berupa pertengkaran, kesalah seriusan, dan juga cita-cita atau keinginan. Adapun asbabun nuzul bentuk yang kedua yaitu berupa pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang terjadi di masa lalu, masa yang sedang berlangsung, dan masa yang akan datang.106
Contoh asbabun nuzul yang berupa peristiwa diantaranya tentang turunnya surat Maryam ayat 77-80. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Hubbab bin Al-Arat ia berkata: “Aku berprofesi sebagai tukang besi, dan Ash bin Wail mempunyai utang kepadaku. Aku dating kepadanya untuk menagihnya, tetapi ia mengatakan: aku tidak akan membayar hutangku kepadamu sebelum kamu mau kufur kepada Muhammad serta kamu mau menyembah kepada berhala Laata atau ‘Uzza. Maka aku menjawab: aku tidak mau kafir sampai kamu dimatikan dan dibangkitkan kelak oleh Allah. Akan tetapi Ash bin Wail menjawab: baik, tunggu sajalah aku sampai hari dibangkitkan itu, akan kubawakan harta dan anak, akan aku bayar hutangku padamu.” Kemudian saat itu turunlah ayat 77-80 surah Maryam yang berbunyi sebagai berikut:
“Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan, "Pasti aku akan diberi harta dan anak.” Adakah ia melihat yang gaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah? Sekali- kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya, dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri.”
Selanjutnya, contoh asbabun nuzul yang berupa pertanyaan, diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal bahwa ia berkata: “Ya Rasululllah, orang-orang Yahudi dating kepadaku dan mengemukakan beberapa pertanyaan tentang bulan. Bukankah bulan itu selalu saja mulanya itu tampak kecil, kemudian bertambah besar dan membundar, lalu Kembali mengecil lagi seperti semula?”. Lantas Allah menurunkan ayat 189 surat Al-Baqarah sebagai berikut:
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari atasnya, tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”
Adapun jika ditinjau dari aspek jumlah asbabun nuzul suatu ayat dan jumlah ayat-ayat yang turun, maka asbabun nuzul dapat diklasifikasikan juga menjadi dua bagian,107 yaitu:
1. Ta’addud al-asbab wa al-nazil wahid (sebab turunnya lebih dari satu sedang inti persoalan yang terkandung dalam satu ayat atau sekelompok ayat yang turun hanya satu). Sebab turun suatu ayat disebut ta’addud (berbilang) bila ditemukan terdapat dua riwayat atau lebih yang berbeda isinya tentang sebab turunnya suatu ayat atau sekelompok ayat tertentu.
Dalam hal ini, turunnya wahyu bertujuan untuk menanggapi beberapa peristiwa atau sebab. Contohnya dalam surat Al Ikhlas ayat 1-4:
"Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu.(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
Ayat-ayat tersebut diturunkan sebagai tanggapan terhadap orang-orang musyrik Mekkah sebelum Rasulullah SAW melakukan hijrah. Ayat tersebut juga diturunkan kepada kaum ahli kitab yang ditemui di Madinah setelah Rasulullah SAW hijrah.
2. Ta’addud al-nazil wa al-asbab wahid (inti persoalan dalam satu ayat sekelompok ayat yang turun lebih dari satu, sedang sebab turunnya hanya satu). Suatu ayat ayat sekelompok ayat tertentu yang turun disebut dengan ta’addud al-nazil bila inti persoalan yang terkandung dalam ayat yang turun sehubungan dengan sebab tertentu lebih dari satu persoalan.
Contohnya terdapat pada surat Ad-Dukhan ayat 10,15, dan 16. Allah SWT berfirman:
"Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas," (QS. Ad-Dukhan: 10).
"Sungguh (kalau) Kami melenyapkan azab itu sedikit saja, tentu kamu akan kembali (ingkar)." (QS. Ad-Dukhan: 15).
"(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan keras. Kami pasti memberi balasan." (QS. Ad-Dukhan: 16).
Asbabun nuzul ketiga ayat tersebut terjadi pada saat kaum Quraisy durhaka kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau berdoa agar mereka (kaum Quraisy) mendapatkan kelaparan sebagaimana pernah terjadi pada zaman Nabi Yusuf AS. Maka, Allah SWT menurunkan penderitaan kepada kaum Quraisy sehingga turunlah QS. Ad-Dukhan ayat 10.
Kemudian, para kaum Quraisy menghadap Nabi SAW untuk meminta bantuan. Lalu, Rasulullah SAW berdoa kepada Tuhan untuk diturunkan hujan. Allah SWT lalu menurunkan hujan dan turunlah QS. Ad-Dukhan ayat 15.
Namun, setelah mereka mendapatkan nikmat dari Allah SWT, mereka kembali sesat dan durhaka maka turunlah ayat ke-16. Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa siksaat yang dimaksud akan turun saat Perang Badar.
Sumber:
Last Modified: 15/05/2024
Demikian pembahasan tentang Macam-Macam Asbabul Nuzul. Semoga dapat menambah pemahamannya tentang Kajian Al Qur'an Hadist,Ulumul Qur'an,. Kritik dan saran melalui kolom komentar dibawah. Save dan share artikel ini untuk berbagi pengetahuan dengan klik ikon dibawah ini.

Social Media