Menurut penelitian J. Piaget, perkembangan intelektual anak dapat dibagi dalam tiga taraf:
Pertama: Fase pra-operasional, sampai usia 5-6 tahun, masa pra-sekolah, jadi tidak berkenaan dengan anak sekolah. Pada taraf ini ia belum dapat mengadakan perbedaan yang tegas antara perasaan dan motif pribadinya dengan realitas dunia luar. Misalnya ia mengatakan bahwa matahari bergerak karena didorong tuhan, dan bintang-bintang seperti ia sendiri harus tidur. Ia juga belum memahami konsep "reversibility", misalnya bahwa benda yang diubah bentuknya, misalnya yang terbuat dari tanah liat, dapat dikembalikan (di-reverse) kepada bentuk semula. Karena itu ia belum dapat memahami dasar matematika dan dasar fisika yang fundamental, bahwa suatu jumlah tidak berubah bila dibagi dalam beberapa bagian, atau, berat suatu benda tidak berubah bila bentuknya berubah. Pada taraf ini kemungkinan untuk menyampaikan konsep-konsep tertentu kepada anak sangat terbatas.
Kedua: Fase operasi konkrit. Dengan operasi dimaksud usaha untuk memperoleh data tentang dunia realita dan mengubahnya dalam pikiran kita sedemikian rupa sehingga dapat dapat disusun atau diorganisasikan dan digunakan secara selektif dalam pemecahan masalah-masalah. Bola bilyar yang digulingkan ke tepi meja akan dipantulkan menurut sudut bola itu mengenai tepi meja itu. Anak berusia 4-5 tahun tidak melihatnya sebagai suatu problem masalah. Anak yang lebih tua, misalnya 10 tahun, melihat adanya hubungan itu, dan anak yang berumur 13-14 tahun dapat melihat bahwa kedua sudut itu sama. Kemampuan anak untuk memahami gejala itu tergantung pada operasi mental masing-masing.
Pada taraf kedua ini operasi itu "internalized" artinya dalam menghadapi suatu masalah ia tidak perlu memecahkannya dengan percobaan dan perbuatan yang nyata; ia tidak dapat melakukannya dalam pikirannya. Internalisasi ini sangat penting karena dengan itu ia telah memiliki sistem simbolis yang menggambarkan dunia ini. Namun pada taraf operasi konkrit ini ia hanya dapat memecahkan masalah yang langsung dihadapi secara nyata. Ia belum mampu memecahkan masalah yang tidak dihadapinya secara nyata atau konkrit atau belum pernah dialaminya sebelumnya. Ia belum dapat melihat kemungkinan-kemungkinan alternatif untuk memecahkan suatu masalah. Pada usia antara 10 - 14 tahun anak itu lambat laun beralih kepada fase ke-3, yaitu fase "formal operations" atau operasi formal.
Ketiga: Fase operasi formal. Pada taraf ini anak itu telah sanggup beroperasi berdasarkan kemungkinan hipotesis dan tidak lagi dibatasi oleh apa yang berlangsung dihadapinya atau apa yang telah dialaminya sebelumnya. Ia telah dapat memikirkan variabel-variabel yang mungkin atau hubungan-hubungan yang kemudian dapat diselidiki kebenarannya melalui eksperimen atau observasi. Operasi intelektual yang dilakukan oleh anak pada taraf ini telah banyak persamaannya dengan operasi logis yang dilakukan oleh ilmuwan atau pemikir abstrak. Ia dapat memberikan pernyataan formal tentang ide-ide yang konkrit.
Sumber: Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar Prof. S. Nasution. MA
Demikian pembahasan tentang Fase Perkembangan Intelektual Anak. Semoga dapat menambah pemahamannya tentang Psikologi dan BK,. Kritik dan saran melalui kolom komentar dibawah. Save dan share artikel ini untuk berbagi pengetahuan dengan klik ikon dibawah ini.

Terimakasih