Teaching Creates All Other Professions

ads

Penilaian Otentik Berdasarkan Juknis Penilaian Hasil Belajar MTs 2018

A. Penilaian Otentik
Penilaian otentik (authentic assessment) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses dan keluaran (output) pembelajaran yang meliputi ranah sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan.

Penilaian otentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach), karena penilaian ini mampu menggambarkan peningkatan belajar peserta didik, baik dalam rangka mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Penilaian otentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka yang meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. Karenanya, penilaian otentik sangat relevan dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran di madrasah baik untuk pelajaran umum mapun PAI.

Penilaian otentik merupakan pendekatan dan instrumen penilaian yang memberikan kesempatan luas kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas-tugas: membaca dan meringkas, eksperimen, mengamati, survei, project, membuat makalah, membuat multi media, membuat karangan dan diskusi kelas, dan lain-lain.

Hasil penilaian otentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang memenuhi standar penilaian pendidikan. Sebagai catatan, program remedial tidak selalu bermakna kegiatan perbaikan yang dilakukan setelah ujian semester, tetapi bisa juga dilakukan setiap selesai evaluasi.

B. Lingkup Penilaian Otentik
1. Sikap Spiritual dan Sosial
Sasaran penilaian hasil belajar oleh pendidik pada ranah sikap spiritual dan sikap sosial adalah sebagai berikut:
Tingkat Sikap
Deskripsi
Meneriam Nilai
Kesediaan meneria suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut
Menanggapi Nilai
Kesediaan menjawan suatu nilai dan ada rasa puas dalam membericarakan nilai tersebut
Menghargai Nilai
Mengganggap niai tersebut baik; menyukai nilai tersebut; dan komitmen terdapat nilai tersebut
Mengharyati Nilai
Memasukan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya
Mengamalkan Nilai
Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi dan bertindak (karakter)

2. Pengetahuan 
Salah satu dari sasaran penting pembelajaran adalah peningkatan kemampuan berpikir. Anderson dan Krathwohl membagi enam katagori dimensi proses kognitif yang merupakan revisi dari Taxonomy of Educational Objectives dengan rincian sebagai berikut:
Kamampuan Berpikir
Deskripsi
Mengingat:
Mengemukakan kembali apa yang sudah dipelajari dari guru, buku, sumber lainya sebagaiman aslinya, tanpa melakukan perubahan.
Pengetahuan hafalan: ketepatan, kecepatan, kebenaran pengetahuan yang diingat dan digunakan ketika menjawab pertanyaan tentang fakta, definisi konsep, prosedur, hukum, teori dari apa yang sudah dipelajari di kelas tanpa diubah/berubah.
Memahami:
Sudah ada proses
pengolahan dari bentuk aslinya tetapi arti dari kata,
istilah, tulisan, grafik, tabel, gambar, foto tidak berubah.
Kemampuan mengolah pengetahuan yang
dipelajari atau diingat menjadi sesuatu yang
baru seperti menggantikan suatu kata/istilah dengan kata/istilah lain yang sama maknanya; menulis kembali suatu kalimat/paragraf/tulisan dengan kalimat/paragraf/tulisan sendiri dengan tanpa mengubah artinya informasi aslinya; mengubah bentuk komunikasi dari bentuk kalimat ke bentuk grafik/tabel/visual atau sebaliknya; memberi tafsir suatu kalimat/paragraf/ tulisan/data sesuai dengan kemampuan peserta didik;
memperkirakan kemungkinan yang terjadi dari suatu informasi yang terkandung dalam suatu kalimat/paragraf/ tulisan/data
Menerapkan:
Menggunakan informasi, konsep, prosedur, prinsip, hukum, teori yang sudah dipelajari untuk sesuatu
yang baru/belum dipelajari.
Kemampuan menggunakan pengetahuan seperti tatacara wudhu, sedekah; konsep
tentang tauhid, ibadah, atau massa, cahaya, suara, listrik, hukum penawaran dan
permintaan, hukum Boyle, hukum Archimedes, membagi/ mengali/ menambah/ mengurangi/menjumlah,  menghitung pembagian waris,
modal dan harga, hukum persamaan kuadrat, menentukan arah kiblat, menggunakan jangka,
menghitung jarak tempat di peta, menerapkan prinsip kronologi dalam menentukan waktu suatu benda/peristiwa, dan sebagainya dalam mempelajari sesuatu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
Menganalisis:
Menggunakan keterampilan
yang telah dipelajarinya
terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya
dalam mengelompokkan
informasi, menentukan
keterhubungan antara satu
kelompok/ informasi dengan kelompok/
informasi lainnya, antara fakta dengan konsep,
antara argumentasi dengan kesimpulan, benang merah
pemikiran antara satu karya dengan karya lainnya.
Kemampuan mengelompokkan benda atau konsep berdasarkan persamaan dan
perbedaan ciri-cirinya, memberi nama bagi
kelompok tersebut, menentukan apakah satu
kelompok sejajar/lebih tinggi/lebih luas dari
yang lain, menentukan mana yang lebih dulu dan mana yang belakangan muncul, menentukan mana yang memberikan pengaruh
dan mana yang menerima pengaruh, menemukan keterkaitan antara fakta dengan kesimpulan, menentukan konsistensi antara
apa yang dikemukakan di bagian awal dengan
bagian berikutnya, menemukan pikiran pokok penulis/ pembicara/nara sumber, menemukan kesamaan dalam alur berpikir antara satu
karya dengan karya lainnya dan sebagainya
Mengevaluasi:
Menentukan nilai suatu benda atau informasi
berdasarkan suatu kriteria.
Kemampuan menilai apakah informasi yang diberikan berguna, apakah suatu
informasi/benda menarik/ menyenangkan bagi
dirinya, adakah penyimpangan dari kriteria suatu pekerjaan/keputusan/ peraturan, memberikan pertimbangan alternatif mana
yang harus dipilih berdasarkan dalil, kriteria, menilai benar/ salah/ bagus/jelek dan
sebagainya suatu hasil kerja berdasarkan kriteria atau dalil.
Mencipta:
Membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan
utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan
untuk membentuknya.
Kemampuan membuat suatu cerita/tulisan dari berbagai sumber yang dibacanya, membuat suatu benda dari bahan yang tersedia, mengembangkan fungsi baru dari suatu benda,
mengembangkan berbagai bentuk kreativitas lainnya.

Sasaran penilaian hasil belajar oleh pendidik pada dimensi pengetahuan adalah sebagai berikut:
Dimensi Pengetahuan
Deskripsi
Factual
Pengetahuan tentang istilah, nama orang, nama
benda, angka, tahun dan hal-hal yang terkait secara
khusus dengan suatu mata pelajaran.
Konseptual
Pengetahuan tentang kategori, klasifikasi, keterkaitan
antara satu kategori dengan lainnya, hukum kausalita,
definisi dan teori.
Prosedural
Pengetahuan tentang prosedur dan proses khusus
dari suatu mata pelajaran seperti faraid, algoritma,
teknik, metoda dan kriteria untuk menentukan
ketepatan penggunaan suatu prosedur.
Metakognitif
Pengetahuan tentang cara mempelajari pengetahuan,
menentukan pengetahuan yang penting dan tidak
penting (strategic knowledge), pengetahuan yang
sesuai dengan konteks tertentu dan pengetahuan diri
(self-knowledge).

3. Keterampilan
Sasaran penilaian hasil belajar oleh pendidik pada keterampilan abstrak berupa kemampuan belajar adalah sebagai berikut:

Kemampuan
Belajar
Deskripsi
Mengamati
Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca suatu tulisan/ mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.
Menanya
Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan
peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual,
prosedural, dan hipotetik).
Mengumpulkan
informasi/mencoba
Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/ digunakan,
kelengkapan informasi, validitas informasi yang
dikumpulkan, dan instrumen/ alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
Menalar/
mengasosiasi
Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/ konsep/dalil, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/ konsep/ teori/ istilah/ dalil; mensintesis dan
argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta/ konsep/ teori/ pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru,
argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori/istila/dalil dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan;
mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/
pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber
Mengkomunikasikan
Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, visual, media elektronik, multi media dan lain-lain.

Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada keterampilan kongkret adalah sebagai berikut.
Keterampilan Konkrit
Deskripsi
Persepsi (perception)

Menunjukan perhatian untuk melakukan suatu gerakan
Kesiapan (set)
Menunjukan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan
Meniru (guided response)
Meniru gerakan secara terbimbing
Membiasakan gerakan (mechanism)
Melakukan gerakan mekanistik
Mahir (complex or overt response)
Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi
Menjadi gerakan alami
(adaptation)

Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya
Menjadi tindakan orisinal
(origination)
Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri
Khasnya

Sumber: 
Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5162 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar Pada MTs