Autentik asesmen - Nyata, asli, dapat dipercaya.
Asesmen formatif - Metode evaluasi proses pemahaman
peserta didik, kebutuhan pembelajaran, dan kemajuan akademik yang dilakukan
secara berkala dan berkelanjutan selama pembelajaran.
Asesmen sumatif - Metode evaluasi yang biasanya dilakukan di akhir pembelajaran yang memungkinkan pendidik mengukur pemahaman peserta didik, biasanya berdasarkan kriteria standar.
Backward design - Strategi merancang pembelajaran dengan desain mundur mulai dari menetapkan tujuan, merancang asesmen, kemudian baru mengembangkan aktivitas yang akan dilakukan.
Budaya madrasah - suatu pola asumsi-asumsi dasar, nilai-nilai, keyakinan keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan yang dipegang bersama oleh seluruh warga madrasah untuk mencapai tujuan bersama.
Diferensiasi - Upaya pendidik untuk membuat variasi pendidikan berdasarkan ragam kebutuhan peserta didik (Biasanya pembedaan dilakukan pada aspek proses, produk, dan konten pembelajaran).
Disiplin ilmu - Bidang studi yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu.
Eksploratif - Bersifat eksplorasi - Memiliki ciri-ciri dapat melakukan penyelidikan dan penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang lebih banyak.
Entitas - Satuan yang berwujud.
Guru - Guru adalah pendidik profesional, dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan dasar dan pendidikan menengah (UU No 14 Tahun 2005).
Holistik - Kerangka berpikir yang memandang bahwa setiap hal baru bisa dimaknai dengan baik jika dilihat secara utuh dan menyeluruh serta saling terhubung antar bagiannya.
Implementasi - Pelaksanaan di lapangan.
Inkuiri - Inquiry Based Learning (Pembelajaran berbasis inkuiri). Proses pembelajaran di mana anak mencari tahu dengan berbagai pertanyaan, ide, dan analisis lalu memberikan kesempatan untuk mendalami topik terkait.
Kolaboratif - Bersifat kolaborasi - Memiliki ciri-ciri dapat melakukan upaya saling membantu dan berbagi peran untuk menuntaskan sebuah pekerjaan atau mencapai tujuan bersama.
Kompetensi - Pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.
Kontekstual - Sesuai yang memiliki keterkaitan dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu yang bersifat kontekstual pasti memiliki keterkaitan dengan pengalaman yang dapat langsung dirasakan.
Kontraproduktif - Tidak mendukung upaya menghasilkan sesuatu yang baru atau perubahan ke arah yang lebih baik.
Kinerja - Penampilan/Kinerja yang dilakukan untuk mengupayakan suatu hal.
Kurikulum - Progam belajar tertentu yang harus diikuti dan dipelajari oleh siswa. Kurikulum juga dapat berupa sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa.
Kurikulum Moderen - Rencana pembelajaran komprehensif yang mencakup dimensi pengetahuan, pengalaman, dan pengembangan karakter.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) - Suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. (Mulyasa:2024)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan - Kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan mengacu pada standar pendidikan nasional. (PP No 19 Tahun 2025)
Kurikulum Merdeka - Kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, dimana materi mata pelajaran akan dioptimalkan agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat pengajaran agar pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat belajar siswa (Permendikbudristek No 12 Tahun 2024)
Kurikulum Berbasis Cinta - Kurikulum yang berfakus pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam pada aspek sosial dan emosional bertujuan uttuk melahiran insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan berbasis cinta. (Kemenag: 2025)
Manajemen - Ilmu dan seni dalam mengatur, mengendalikan, mengkomunikasikan, dan memanfaatkan fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, controlling) agar organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Muatan Lokal - Konten pengetahuan dari daerah setempat yang dapat digunakan untuk bahan pembelajaran. Contohnya seperti budaya daerah, kondisi geografis, karakteristik masyarakat, dan sebagainya.
Multidisiplin - Terdiri dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan
Pelajar Pancasila - pelajar yang memiliki pola pikir, bersikap, dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila yang universal dan menjunjung tinggi toleransi demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa serta perdamaian dunia.
Pendidikan - Proses kegiatan, pengajaran, pelatihan, dan pembelajaran yang dilakukan secara sadar, terencana, dan berkesinambungan. Menurut KBBI pendidikan diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Menuru Ki Hadjar Dewantara pendidikan diartikan upaya sadar manusia untuk meningkatkan budi pekerti melalui sekolah sehingga anak bisa lebih baik dan lebih maju serta seimbang lahir batin. Menurut UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulai, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut Al Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin pendidikan merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk melahirkan perubahan yang progresif pada tingkah laku manusia.
Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin - merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila serta moderat dalam beragama.
Penilaian - Proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa.
Penilaian Sikap - Penilaian terhadap kecenderungan perilaku peserta didik sebagai hasil pendidikan baik di dalam maupun di luar kelas.
Penilaian Pengetahuan - Penilaian untuk mengukur kemampuan peserta didik berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif, serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai tinggi.
Penilian Keterampilan - Penilaian yang dilakukan untuk menilai kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu.
Penilaian Proyek - Kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
Penilaian Produk - Penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan/atau seni, seperti: makanan (contoh: tempe, kue, asinan, baso, dan nata de coco), pakaian, sarana kebersihan (contoh: sabun, pasta gigi, cairan pembersih, dan sapu), alat-alat teknologi (contoh: adaptor ac/dc dan bel listrik), hasil karya seni (contoh: patung, lukisan, dan gambar), dan barang-barang terbuat dari kain, kayu, keramik, plastik, atau logam.
Portofolio - Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan dalam kurun waktu tertentu.
Preferensi - Pilihan, prioritas, hal yang disukai.
Projek - Projek pembelajaran, rencana pekerjaan dengan sasaran khusus.
Siswa - Siswa atau peserta didik adalah makhluk atau individu yang mempunyai kepribadian dan ciri-ciri yang khas sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhannya (Ramayulis, 2015, Dasar-Dasar Pendidikan: Suatu Pengantar Ilmu Kependidikan. Jakarta: Penerbit Kalam Mulia).
